Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Eksaserbasi Akut Di Instalasi Rawat Inap RSUD Ajibarang

Authors

  • Rofik Kholid STIKes Ibnu Sina Ajibarang
  • Arinda Nur Cahyani STIKes Ibnu Sina Ajibarang
  • Dina Aulia STIKes Ibnu Sina Ajibarang

DOI:

https://doi.org/10.61132/prosemnasikk.v1i1.12

Keywords:

Antibiotic, Evaluation, COPD, Hospitalization, RSUD Ajibarang

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease is a common, preventable, and treatable disease characterized by persistent respiratory symptoms and airflow limitation due to abnormalities in the airways or alveoli. COPD symptoms include chronic or progressive dyspnea, cough with sputum production and respiratory infections. This study aims to determine the evaluation of antibiotic use in patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) at Ajibarang Regional Hospital by examining the parameters of appropriate indication, appropriate drug, appropriate patient, appropriate dose and appropriate route of administration for 64 patients who met the inclusion criteria. This type of research uses a descriptive method with a total sampling technique using medical record data of COPD patients in the inpatient installation at Ajibarang Regional Hospital. The results obtained from this study were that men were more likely to be infected with COPD, with the age group 68 years and over being 37 patients (57.81%) and 60 years being 17 patients (26.56%). The profile of antibiotic use in COPD patients at Ajibarang Regional Hospital in 2022 is that there are seven types of antibiotics including ceftriaxone, azithromycin, cefixime, cefadroxil, levofloxacin, and cafazolin. evaluating the rationality of antibiotic use in patients with acute exacerbation of COPD, it can be concluded that the results of the evaluation of antibiotic use in patients with acute exacerbation of COPD are 100% correct indication, 100% correct drug, 89.06% correct dose, 100% correct patient and 100% correct route of administration . The conclusion of the study was that the most widely used antibiotic was ceftriaxone injection in 15 patients (23.43%). The rational use of antibiotics in COPD patients shows a percentage of 89.06%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditya, R., Kestriani, N. D., & Maskoen, T. T. (2016). Antibiotik Empirik di Intensive Care Unit ( ICU ) Empirical Antibiotics i n Intensive Care Unit ( ICU ). Anesthesia & Critical Care.

Alamin, A. M. M. (2021). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan Metode Gyssens di RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tahun 2018-2019 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Analisis Asuhan Keperawatan Gangguan Oksigenasi Pada Pasien Tn. S Dengan Diagnosa Medis Ppok Di Ruang Edelweis atas RSUD Kardinah. Jurnal Inovasi Penelitian.

Asyrofy, A., Arisdiani, T., & Aspihan, M. (2021). Karakteristik dan kualitas hidup pasien Penyakit Paru Obstruksi Konik (PPOK). NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan.

Baharutan, A., Rares, F. E., & Soeliongan, S. (2015). Pola bakteri penyebab infeksi nosokomial pada ruang perawatan intensif anak di BLU RSUP Prof. DR. RD Kandou Manado. eBiomedik.

BG, K. (2007). Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. EGC. Jakarta.

Farmasi, P. S., Matematika, F., Ilmu, D. A. N., Alam, P., & Indonesia, U. I. (2020). Di Puskesmas Cangkringan Selama Periode Tahun 2015-2019 Menggunakan Metode Atc / Ddd Di Puskesmas Cangkringan Selama Periode Tahun 2015-2019 Menggunakan Metode Atc / Ddd.

Gangguan Oksigenasi Pada Pasien Tn. S Dengan Diagnosa Medis Ppok Di Ruang Edelweis Atas Rsud Kardinah. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(4), 5883–5892.

Ghoutsiyah, Nur Atik Ul. Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Bangil tahun 2018. Diss. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2019

Global Initiative for Chronic Obstructive Pulmonary Disease (GOLD). (2015).Global Strategy for The Diagnosis, Management and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. USA:MCR VISION,Inc.2.Ikawati, Z. (2011).

Gogou, E., Kotsiou, O. S., Siachpazidou, D. S., Pinaka, M., Varsamas, C., & Bardaka, F. (2021). Underestimation of respiratory symptoms by smokers : a thorn in chronic obstructive pulmonary disease diagnosis.

Hartina, S., Wahiduddin, W., & Rismayanti, R. (2021). Faktor Risiko Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik Pada Pasien Rsud Kota Makassar. Hasanuddin Journal of Public Health, 2(2), 159–171. https://doi.org/10.30597/hjph.v2i2.13139

Hathasary, R. H., Wiyono, W., & Mpila, D. A. (2021). Evaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Ppok (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) di Instalasi Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado. PHARMACON.

Hobbins, S., Chapple, I. L., Sapey, E., & Stockley, R. A. (2017). Is periodontitis a comorbidity of COPD or can associations be explained by shared risk factors/behaviors?. International journal of chronic obstructive pulmonary disease, 1339-1349.

Hulscher, M. E. J. L., van der Meer, J. W. M., & Grol, R. P. T. M. (2010). Antibiotic use: how to improve it.International Journal of Medical Microbiology.

Ikawati, Z. (2006). Farmakoterapi Penyakit Sistem Pernapasan, hal 43-50. Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta.

Ikawati, Z. (2011). Penyakit sistem pernafasan dan tatalaksana terapinya. Yogyakarta: Bursa Ilmu.

Ikawati. 2016. Farmakoterapi Penyakit Sistem Pernapasan, hal 43-50. Fakultas Farmasi UGM. Yogyakarta.

Intani, S. (2018). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Eksaserbasi Akut Di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Tahun 2016-2017 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Intani, S. (2018). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Eksaserbasi Akut Di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Tahun 2016-2017 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Jonathan, S., Damayanti, T., & Antariksa, B. (2019). Pathophysiology of Emphysema. Jurnal Respirologi Indonesia.

Katzung, B.G., Masters, S.B., Trevor, A.J. 2007. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. Jakarta: EGC.

King, J., & Ciptaningtyas, V. R. (2015). Kuantitas Penggunaan Antibiotik Sebelum Dan Setelah Pembuatan Pedoman Penggunaan Antibiotik (Ppab) Penelitian Pada Kasus Bedah Digestif Rsup Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Kedokteran Diponegoro.

Kusuma, A. M., Galistiani, G. F., Wijayanti, D. N., Umami, M., & Utaminingrum, W. (2016). Artikel Penelitian Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Caesarean Section di RSUD se-Kabupaten Banyumas.

Lindayani, L. P., & Tedjamartono, T. D. (2017). Penyakit Paru Obstruktif Kronis.

Lutfian, L. (2021). Yoga Pranayama Sebagai Upaya Rehabilitatif Paru Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok): Literature Review: Literature Review. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal.

Magfirah, N. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia. Irawan Massie.

Marta, N. A., Andrini, F., & Saad, A. (2014). Identifikasi Bakteri pada Sputum Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis Eksaserbasi Akut di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Kedokteran.

Nurlaili,Rahman, F., & Bintari, R. P. (2020). Program Fisioterapi Komprehensif pada Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) Eksaserbasi Akut. FISIO MU: Physiotherapy Evidences.

Paru, P., & Kronik, O. (2003). ( ppok ) 1973 - 2003. 1973–2003. Penggunaan, E., Rawat, P., Dalam, P., Abdul, R. H., Provinsi, M., Setyawan, I. A., & Pratama, A. (2021). JKI. 11(1), 65–75.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2011). Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Pedoman Dignosis dan Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta

Permenkes. (2021). Pedoman Penggunaan Antibiotik. Pedoman Penggunaan Antibiotik.

PPOK, P. (2003). & Pedoman Praktis Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: PDPI.

Pratiwi, S.T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Penerbit Erlangga. Jakarta, Hal 154-160, 188-190

Rahman, F., & Bintari, R. P. (2020). Program Fisioterapi Komprehensif pada Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) Eksaserbasi Akut. FISIO MU: Physiotherapy Evidences.

Reynaldo, R. P. (2017). Pola Resistensi Antibiotik pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Eksaserbasi Akut di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 1 Januari 2013-31 Desember 2015 (Doctoral dissertation, Universitas Andalas)

Rofifah, D. (2020). Ppok Eksaserbasi Akut. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 2009.

Sherwood, L. (2016). Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem, Edisi 8. Jakarta: EGC

Shinta, D. W. (2007). Studi Penggunaan Antibiotik pada Eksaserbasi Akut Penyakit Paru Obstruktif Kronis: Studi pada Pasien IRNA Medik di Ruang Paru Laki dan Paru Wanita RSU Dr. Soetomo Surabaya (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

Smeltzer, S.C., Bare, B.G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume 1. Jakarta: EGC.

Somantri, Irman 2012. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pernafasan.Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Sonita, A., Erly, E., & Masri, M. (2014). Pola Resistensi Bakteri pada Sputum Pasien PPOK Terhadap Beberapa Antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Periode 2010− 2012. Jurnal Kesehatan Andalas.

Van der Meer, J. W. M., & Gyssens, I. C. (2001). Quality of antimicrobial drug prescription in hospital. Clinical Microbiology and Infectio.

Published

2024-06-06

How to Cite

Rofik Kholid, Arinda Nur Cahyani, & Dina Aulia. (2024). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Eksaserbasi Akut Di Instalasi Rawat Inap RSUD Ajibarang. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Kesehatan Dan Keperawatan, 1(1), 117–130. https://doi.org/10.61132/prosemnasikk.v1i1.12

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.